Bola Langit Transparan

Bola Langit Transparan

Oleh: Rusdina Ilham, SPd.I

Jauh sebelum ilmu pengetahuan cara menggambar bola langit ditemukan, manusia telah menemukan cara alami tentang posisi bintang di langit. Kakek moyang bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa pelaut yang memanfaatkan keberadaan bintang-bintang di langit sebagai petunjuk dalam berlayar. Sebagian dari mereka juga menggunakan rasi bintang sebagai petunjuk awal melaksanakan waktu yang tepat untuk bercocok tanam. Dalam ilmu pengetahuan Fisika, definisi bola langit adalah suatu bangun khayal yang berbentuk bola dengan bumi sebagai pusatnya, sedangkan benda-benda langit seakan-akan menempel pada bagian dalam kulit bola tersebut. Bola langit memiliki beberapa istilah menurut titik pengamat seorang manusia di bumi. Zenit merupakan titik langit yang berada tepat di atas kepala pengamat. Sedangkan nadir adalah titik yang berada tepat di bawah kaki pengamat.

Dalam mempelajari bola langit, manusia menggunakan patokan kutub utara dan kutub selatan bumi. Sehingga dalam hal ini muncul dua istilah Kutub Langit Utara dan Kutub Langit Selatan. Kutub Langit Utara adalah pertemuan antara bola langit dengan perpanjangan garis kutub selatan dan kutub utara. Sedangkan Kutub Langit Selatan adalah pertemuan antara bola langit dengan perpanjangan garis kutub utara dan kutub selatan.

Bola langit dapat digunakan secara geosentrik maupun toposentrik. Geosentrik berarti bola tersebut berpusat pada pengamat khayal yang berada di pusat bumi dan efek paralaks tidak diperhitungkan. Sementara toposentrik berarti bola tersebut berpusat pada pengamat di permukaan Bumi dan paralaks horizontal tidak dapat selalu diabaikan.

Bola langit ini (gambar di atas) terdiri dari bola celestial (langit), dengan bumi dipusatnya, bola celestial ini dapat berpusat pada sumbu bumi. Sekeliling bola celestial ini terdapat cicin celestial horizontal dan cincin meredian yang tegak lurus dan dapat berputar bebas. Cincin horizontal (azimut/bujur) ini terbagi 360 derajat  sedangkan meredian (lintang) dibagi dari 0 sampai 90 derajat.

Pada permukaan bola langit itu terdapat khatulistiwa langit (celestial equator) dan ecliptic (garis edar matahari) yang berpotongan pada sudut 23 derajat sampai 27 derajat. Titik-titik potong ini merupakan titik-titik vernal ekuinoks. Juga terdapat titik-titik balik summer dan Winner Solstice. Pada khatulistiwa juga tercantum skala 24 jam dari timur ke barat.

Bintang-bintang bermagnitudo 1,2,3 dan 4 tergambar termasuk 88 rasi bintang, termasuk bima sakti, nebula-nebula dan cluster (kumpulan) bintang. Piringan waktu yang digunakan waktu pengamatan terdapat kutub-kutub bola langit. Skalanya terbagi dalam 24 jam, dengan pembagian tiap 10 menit. Matahari dapat diatur letaknya dengan memutar, sehingga cocok dengan pengamatan. Bulan dan planet dapat di tempel dari luar dengan tempelan karet satelit buatan berputar bersama bola langit.


Kegunaan Bola Langit Transparan antara lain: (1) sebagai alat peraga yang sering digunakan dalam menjelaskan tentang inti dari sebuah planet, (2) untuk mengamati benda-benda langit sebelum observasi, (3) mengetahui letak bintang dan garis edar bintang. [Dikutip dari berbagai sumber] 
Share this post :
 
Copyright © 2015. OIFUMSU - All Rights Reserved