Imam Suyuthi (w. 911/1505) dan Tiga Karya ‘Unik’nya (Bidang Astronomi, Geografi dan Kedokteran)

Imam Suyuthi (w. 911/1505) dan Tiga Karya Uniknya
(Bidang Astronomi, Geografi dan Kedokteran)


Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, MA


Nama lengkapnya adalah al-Imam al-Hafizh Jalaluddin Abu al-Fadhl Abdurrahman bin Abi Bakr as-Suyuthi. Beliau adalah salah satu punggawa dalam mazhab Syafii, memiliki banyak karya, lihai dan piawai dalam berbagai disiplin ilmu. Disiplin ilmu yang dikuasai as-Suyuti meliputi hampir semua bidang, antara lain: fikih, hadis, tafsir, sejarah, dan lain-lain. David A King dalam artikelnya yang berjudul "The Astronomy of The Mamluks" menyebut Imam Suyuthi sebagai "celebrated author and teacher". Ada tiga karya Imam as-Suyuthi dalam bidang ilmu pengetahuan yang terbilang unik. Dikatakan 'unik' karena ketiganya diluar spesialis utama keilmuannya yaitu ilmu-ilmu keislaman (islamic studies).
Pertama: Al-Hai'ah as-Saniyyah fi al-Hai'ah as-Sunniyyah (bidang Astronomi). Sebuah buku kecil-ringkas menguraikan ayat-ayat dan hadis-hadis berkaitan dengan semesta-astronomi, seperti: tujuh lapis langit, bumi, bulan, matahari, siang dan malam, petir, gunung, dan lain-lain. Terlebih penting dalam karyanya ini, Imam as-Suyuti mengaitkannya dengan ayat-ayat maupun hadis-hadis terkait sebagai pengejawantahan bahwa alam semesta beserta strukturnya adalah ciptaan Allah Swt. Mengingat urgensi karya ini, tercatat buku telah diteliti (tahkik) oleh para orientalis.
Kedua: Ma Rawahu al-Wa'un fi Akhbar ath-Tha'un (bidang Kedokteran). Menguraikan sejarah penyakit taun (sejenis penyakit menular) yang banyak menimpa kaum Bani Israil dan negeri-negeri Arab-Islam beserta sebab-sebab terjadinya menurut tinjauan hadis dan kedokteran. Disini Imam as-Suyuti menerakan historiografi perkembangan penyakit taun dari zaman ke zaman. Buku ini memberi pesan bahwa penyakit taun dapat menimpa siapa saja, sesuai dikehendaki Allah Swt.
Ketiga: Kasyf ash-Shalshalah 'an Washf az-Zilzalah (bidang Ilmu Bumi, Geografi). Menampilkan hadis-hadis dan riwayat-riwayat (al-atsar) berkaitan dengan gempa, dimensi fikih gempa, dan peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi sejak zaman Nabi Adam as hingga zaman Nabi Muhammad Saw, dan hingga era kekhalifahan yang empat. Juga diuraikan secara berurutan tahun-tahun peristiwa gempa yang pernah terjadi sampai tahun 905/1500, yaitu enam tahun sebelum wafatnya Imam Suyuthi.
Selain Imam as-Suyuti, tercatat terdapat beberapa ulama yang memiliiki catatan tentang fenomena gempa. Antara lain, Jabir bin Hayyan (w. 200/815) Dalam karyanya “Ikhrāj Mā fi al-Quwwah Ilā al-Fi’l”. Al-Kindi (w. 246/860) dalam karyanya “’Illah Hudūts ar-Riyāh fī Bāthin al-Ardh al-Muhdatsah Katsīran Min az-Zalāzil wa al-Khusūf”. Ali bin Sahl ath-Thabari (w. 247/861) dalam karyanya “Firdaus al-Hikmah”, Hunain bin Ishaq (w. 260/874) dalam karyanya “Jawāmi’ li Kitāb Aristhū Thālis fī al-Atsār al-‘Ulūwiyyah”. Ali bin al-Husain al-Mas’udi (w. 346/957) dalam karyanya “Murūj adz-Dzahab wa Ma’ādin al-Jauhar”. Ikhwān ash-Shafā (abad 4/10) dalam karyanya “Rasā’il Ikhwān ash-Shafā wa Khullān al-Wafā.

Ibn Sina (w. 428/1036) dalam karyanya “asy-Syifa’”. Zakaria bin Muhammad al-Qazwaini (w. 682/1283) dalam karyanya “’Aj ā’ib al-Makhlūqāt wa Gharā’ib al-Maujūdāt”, dan lain-lain. Penulis: Kepala Observatorium Ilmu Falak UMSU. (Tulisan telah terbit di harian Medan Pos).
Share this post :
 
Copyright © 2015. OIFUMSU - All Rights Reserved